Nampaknya motor matic menjadi pilihan banyak pengguna motor di Indonesia. Ada beberapa alasan banyaknya orang yang beralih ke motor matic. Ada yang bilang motor matic tidak sesulit motor manual, praktis bagi yang  belajar mengemudikan motor, dll. Belakangan ini pilihan motor dengan mesin matic juga semakin populer yaitu sepeda motor matic dengan sistem injeksi.

Mesin auto injeksi memiliki keunggulan dibandingkan mesin motor yang masih menggunakan karburator dalam sistem bahan bakarnya. Untuk mesin auto injeksi memiliki teknologi terkini yang dapat mengurangi konsumsi bahan bakar dan menjadikan mesin awet dan tahan lama dibandingkan mesin matic karburator. Mesin injeksi otomatis juga lebih hemat bahan bakar dibandingkan mesin karburator.

Perawatan mesin dengan injeksi otomatis tetap harus Anda perhatikan. Untuk menjaga performa dan keekonomisan mesin injeksi, seringkali kita mengabaikan beberapa tips perawatan yang sebenarnya penting. Berikut beberapa tips perawatan sepeda motor injeksi otomatis yang sering diabaikan oleh pengendara roda dua:

  1. Pemanasan mesin saat start-up

Pendahuluan Pemanasan mesin di pagi hari atau saat mesin sedang digunakan di anggap perlu. Hal ini  agar proses pembakaran mesin bisa selesai sebelum digunakan. Selain itu, pemanasan juga untuk melumasi semua oli mesin di mesin  dan juga untuk menjaga suhu mesin tetap stabil. Pemanasan mesin sebaiknya dilakukan dalam 5-10 menit. Triknya mulai dengan melakukan kick starter berulang-ulang dalam keadaan kunci kontak mati.

Hal tersebut berguna untuk mendistribusikan oli di  mesin lebih awal. Setelah itu dapat Anda hidupkan dengan memutar kunci kontak ke posisi on sampai mesin hidup. Di sarankan agar mesin dilengkapi dengan starter benturan sebagai perlengkapan standar.

  1. Pengoperasian kendaraan mesin yang benar

Tips lain yang sering Anda abaikan dalam merawat mesin matic injeksi adalah pengoperasian kendaraan mesin yang benar. Jangan terlalu sering menghidupkan mesin pada kecepatan tinggi dan mengerem secara tiba-tiba kemudian mesin kembali ke kecepatan tinggi lagi atau sebaliknya. Jika Anda sering melakukannya, mesin motor Anda akan berumur pendek dan struktur lainnya akan cepat rusak. Catatan: Mesin otomatis berbeda dari mesin manual dalam hal perpindahan gigi. Jadi gunakan mesin dengan benar agar mesin  awet.

  1. Periksa kondisi bahan bakar

Mengabaikan kondisi mesin injeksi bahan bakar dapat dengan cepat merusak mesin. Selalu periksa kondisi bahan bakar di tangki bahan bakar mesin injeksi otomatis. Jangan biarkan tangki bahan bakar kosong. Mesin Injeksi tidak boleh  kehabisan bahan bakar, karena hal ini dapat menyebabkan kegagalan mesin. Catatan. Hindari sering mengisi bahan bakar secara eceran. Bahan bakar campuran sangat tidak baik untuk pembakaran mesin, terutama mesin injeksi bahan bakar. Isi bahan bakar di SPBU resmi, seperti Pertamina.

  1. Ganti oli mesin secara teratur

Selalu di ingatkan untuk ganti oli mesin mesin injeksi otomatis Anda secara teratur sesuai petunjuk. Penggantian oli mesin sesuai rekomendasi adalah setelah setiap 1500-2000 km penggunaan. Mengabaikan langkah ini akan menyebabkan keausan yang cepat pada elemen mesin  motor. Catatan: Ganti oli mesin ke oli mesin normal sesuai rekomendasi bengkel resmi (dealer).

  1. Mengecek kondisi aki dan busi

Performa otomatis mesin sangat di dukung oleh bagian-bagian mesin yang memegang peranan penting, seperti aki dan busi. Perawatan busi dan suku cadang aki sangat Anda perlukan agar mesin selalu siap pakai dan efisien saat Anda kendarai. Jika kondisi busi tidak berfungsi dengan baik, segera ganti dengan yang baru.

Seperti halnya aki, selalu periksa kondisi aki yang mendukung sistem kelistrikan mesin. Jika  tidak berhasil, ganti baru seperti rekomendasi dari dealer. Catatan: Kenali ciri-ciri aki mesin yang  rusak dan harus Anda ganti untuk menghindari kerusakan mesin saat berkendara di tengah jalan.

  1. Pemeriksaan V-belt dan roller

V-belt dan roller merupakan komponen pendukung dari sistem penggerak mesin, komponen yang sangat sensitif terhadap keausan dan kotoran pada ruang transmisi. Sangat di sarankan untuk memeriksa v-belt dan roller secara teratur. Jika keadaan tidak memungkinkan, segera ganti dengan yang baru dan asli.

  1. Pemeriksaan shockbreaker

Perawatan terakhir yang sering terabaikan oleh pengguna motor mesin matic adalah komponen shockbreaker. Mesin otomatis menggunakan satu shockbreaker, yang  kondisi oli dan pengoperasiannya harus di periksa. Jika mesin otomatis Anda mengeluarkan bunyi dari peredam shockbreaker, olinya mungkin harus segera di ganti.

Penggantian oli yang di rekomendasikan untuk shockbreaker adalah setiap 10.000 km. Catatan: Hindari  beban berlebih pada motor, yang akan mempengaruhi ketahanan shockbreaker dan mencegahnya cepat bengkok. Semoga tips ini bermanfaat untuk semuanya.

Inilah cara merawat motor matic yang benar dan baik yang bisa Anda ketahui. Anda ingin memiliki motor Yamaha terbaik dan berkualitas maka Anda bisa mendapatkannya di Dealer Motor Yamaha terdekat yang Anda di sekitar Anda.